disini bisa jadi tempat pengeluaran expresi
indonesia pusaka
Rabu, 15 Februari 2012
Shinichi Kudo
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Shinichi Kudo
Karakter Detektif Conan
Shinichi Kudo (atas), dan Conan Edogawa (bawah)
Shinichi Kudo (atas), dan Conan Edogawa (bawah)
Penampilan pertama Manga Detektif Conan, File 1
Anime Detektif Conan Episode 1
Pembuat Aoyama Gosho
Pengisi suara Jepang:
Kappei Yamaguchi sebagai Shinichi
Minami Takayama sebagai Conan
Inggris:
Jerry Jewell sebagai Shinichi
Alison Viktorin sebagai Conan
Profil
Panggilan Detektif dari timur
Nama lain Conan Edogawa
Usia 17 sebagai Shinichi,
7 sebagai Conan
Jenis kelamin Laki- laki
Keluarga Yusaku Kudo (ayah)
Yukiko Kudo (ibu)
Shinichi Kudo (工藤 新一 Kudo Shin'ichi?) adalah tokoh utama dalam serial anime dan manga Detektif Conan, yang dikenal di Amerika Serikat dan Kanada sebagai Case Closed. Viz meromanisasi nama aslinya menjadi Shin'ichi Kudo sedangkan situs web Shogakukan meromanisasinya sebagai Shinichi Kudoh.
Selanjutnya dalam cerita Detektif Conan, tubuh Shinichi mengecil karena racun APTX 4869 dan dia menyamarkan namanya sebagai Conan Edogawa (江戸川 コナン Edogawa Konan?).
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Kehidupan
1.1 Kehidupan awal sebagai Shinichi Kudo
1.2 Sebagai Conan Edogawa
2 Daftar karakter yang mengetahui identitas asli Conan
3 Catatan kaki
[sunting] Kehidupan
[sunting] Kehidupan awal sebagai Shinichi Kudo
Shinichi adalah anak dari pasangan Yusaku Kudo, seorang novelis misteri terkenal dan Yukiko Kudo, mantan bintang film terkenal.[1] Dia adalah seorang yang jenius, dan dari usia muda telah sangat intuitif. Ayahnya sering membuatkan puzzle dan permainan untuk mengasah kemampuan berpikirnya.
Akibat pengaruh ayahnya, dia telah lama menjadi penggemar berat buku,[2] terutama novel misteri-- dia telah membaca seluruh koleksi novel misteri yang ada di perpustakaan sekolah dasarnya pada saat ia duduk di bangku sekolah dasar.[2]. Yusaku juga sering membawa Shinichi ke tempat kejadian kriminal sampai ketika ia berada pada kelas 6 sekolah dasar.[3] Ini membuat Shinichi gemar menginvestigasi kasus kriminal dan karena itu, temannya seperti Ran dan Sonoko menjulukinya penggila misteri secara sepintas.[4]
Hidupnya antara usia 6 hingga 16 kurang jelas terdokumentai. Selama ia di sekolah menenegah, ia merupakan pemain tengah utama di tim sepak bola sekolahnya. Kepala tim sepak bolanya jatuh cinta padanya, namun ia menolaknya, karena pada kenyataannya, ia secara rahasia mencitai Ran.[5]
Orang tuanya pindah ke Amerika Serikat ketika ia berusia 14 tahun, saat dirinya tidak berada di Tokyo.[6]
Pada seri pertama, Shinichi adalah seorang pelajar SMU Teitan berusia 17 tahun. Dia telah menjadi detektif terkenal dan telah banyak menyelesaikan kasus yang sulit, dan dikenal sebagai the saviour of the police force.[7] Pada tahun yang sama, dia meninggalkan tim sepak bola walaupun kemampuannya setara dengan tingkat nasional.[8] Dia mengatakan bahwa dia menyukai sepak bola karena untuk melatih refleksnya-- seperti idolanya, Sherlock Holmes yang berlatih memanah-- untuk mengasah kemampuan detektifnya[9]; dia bercita-cita menjadi the Sherlock Holmes of the Heisei era.[10]
Shinichi dikenal memiliki ketidakmampuan untuk bernyanyi[11]; tetapi karena ia masih dapat mengerti berbagai not musik,[12] dia tidak dapat dikatakan buta nada.
Dia dapat berbahasa Inggris, terlihat saat ia bercakap dan menterjemahkan untuk seorang diplomat Amerika Serikat.[13]
Dalam Case Closed, Namanya menjadi Jimmy Kudo. Karena alasan pelafalan.
[sunting] Sebagai Conan Edogawa
Conan Edogawa
Pada awal dari seri, Shincihi membawa teman baiknya, Ran, ke sebuah taman hiburan yang bernama "Tropical Land," untuk merayakan kemenangan Ran pada Kejuaraan Karate Metropolitan. Dia kemudian menyelesaikan sebuah kasus pembunuhan dengan pemenggalan yang terjadi pada kereta "Mystery Coaster" yang mereka tumpangi.[14] Setelah mereka meninggalkan taman hiburan, Shinichi melihat transaksi mencurigakan antara seorang tak dikenal dengan seorang yang berpakaian hitam di daerah tersembunyi dekat taman hiburan.[15] Dia meninggalkan Ran, yang disuruhnya pulang, dan diam-diam mendekati tempat transaksi itu. Saat ia berusaha mendengar percakapan antar 2 orang itu-- sebuah pemerasan yang bernilai 100 juta yen[16]-- dia tidak melihat ada seseorang menyelinap di belakangnya. Seseorang itu, orang lain yang berbaju hitam, menyerang kepalanya dengan pipa besi,[17] dan kemudian memaksanya untuk menelan obat yang masih dalam tahap percobaan[18]. Mereka kemudian meninggalkannya dengan anggapan bahwa dia telah mati. Obat ini, dikenal sebagai APTX 4869, sangat ampuh dan dirancang untuk membunuh orang tanpa meninggalkan bekas keberadaan korban setelah mati.[18] Namun, Shinichi tidak mati, yang terjadi adalah efek samping dari obat itu. Perlahan-lahan dan dengan rasa sakit[19] tubuhnya mengecil[20], mengembalikan tubuhnya seperti saat ia berusia 6 atau 7 tahun.[21] Dengan putus asa dan bingung, Shinichi pulang ke rumahnya dan berlari ke rumah tetangganya, sekaligus teman dekat keluarganya profesor Agasa.[22] Profesor Agasa orang yang baik, tetapi ia adalah seorang ilmuwan yang aneh, dan walaupun ia telah pensiun, dia tetap sering menciptakan alat baru yang nantinya akan membantu Shinichi menyesuaikan diri hidup sebagai anak-anak kembali ketika menyelesaikan kasus.
Shinichi mencoba memberitahunya apa yang terjadi dan meyakinkan bahwa dia diberikan obat yang membuat dirinya mengecil oleh orang berjubah hitam. Profesor Agasa memberitahu Shinichi agar merahasiakan identitias aslinya, karena jika orang berjubah hitam itu, yang kemudian disebut Organisasi Hitam, tahu bahwa dirinya masih hidup, mereka akan datang kembali dan membunuhnya, juga orang-orang yang dekat dengannya-- termasuk teman-temannya dan keluarganya.[23] Profesor Agasa dan Shinichi juga khawatir karena tidak ada mayat ditemukan. Conan setuju bahwa sampai ia mempelajari banyak tentang mereka, lebih baik jika tetap membiarkan orang-orang beranggapan bahwa Shinichi telah mati. Dia juga tidak ingin Ran ikut terlibat.[24]
Ran kemudian pergi ke rumah Shinichi (di mana Agasa dan Shinichi berada) mencarinya karena ia khawatir, dan melihat Shinichi kecil. Dia berpikir bahwa ia lucu dan bertanya namanya. Shinichi dengan cepat mencari dan kemudian mendapatkan nama samaran, Conan Edogawa (江戸川 コナン Edogawa Conan?) , dari nama Arthur Conan Doyle dan Edogawa Rampo.[25] Profesor Agasa memberitahu Ran bahwa dia adalah saudara jauh yang orang tuanya terkena kecelakaan di luar negeri dan lebih baik jika dia tinggal bersama Ran, karena Agasa tidak tahu banyak caranya mengurus anak.[26] "Conan" kemudian tinggal bersama Ran dan Ayahnya, Kogoro Mouri, seorang detektif pribadi, dengan harapan tinggal bersama detektif, dia dapat mengikuti kasus-kasus dan mendapatkan petunjuk mengenai "Organisasi Hitam".[27] Sayanganya, Detektif Mouri tidak kompeten sehingga akhirnya Shinichi yang biasanya menyelesaikan kasus untuknya.[28] Shinichi kadang-kadang membius Kogoro dengan sebuah jam tangan yang dapat menembakkan peluru bius dan menggunakan dasi kupu-kupu pengubah suara unutk berbicara dengan suara Kogoro.[29] Karena itu, Kogoro menjadi terkenal karena analisanya yang menakjubkan. Kasus perlahan-lahan menjadi banyak dan kadang-kadang memberikan petunjuk terhadap Organisasi Hitam.
Untuk menjaga rahasia Conan, Profesor Agasa memasukkan Conan ke Sekolah Dasar Teitan,[30] di mana Conan berteman dengan 3 teman sekelasnya, Ayumi Yoshida, Genta Kojima, dan Mitsuhiko Tsuburaya. Kemudian mereka bersama-sama membentuk Junior Detective League (少年探偵団 Shōnen Tantei-dan?)[31]. Conan menyadari walaupun anak-anak ini benar-benar anak-anak, mereka cerdik dan sering membantunya memecahkan kasus sulit.
Conan juga berteman dengan 灰原哀 (Ai Haibara?), yang dibesarkan dalam Organisasi Hitam dan merupakan mantan anggota dari organisasi itu bersama kakak perempuannya.[32] Nama aslinya adalah Shiho Miyano, seorang ilmuwan biologi dan merupakan pencipta APTX 4869. Dia meminum obat tersebut untuk bunuh diri setelah kakaknya dibunuh oleh orang yang sama dengan orang yang menyerang dan mengecilkan Shinichi, saat dia sedang merancanakan untuk keluar dari organisasi bersama dengan Shiho. Obat itu juga berefek sama padanya, dan juga kembali menjadi anak-anak. Dengan penampilannya yang seperti anak-anak, dia meninggalkan organisasi, dan kemudian Profesor Agasa menemukan dan membawanya untuk tinggal bersamanya. Dia menjadi rekan Conan yang berharga. Dia melanjutkan penelitian penawar dari APTX 4869.
Conan kembali ke tubuh normal beberapa kali. Pertama kali saat episode 48-49 di mana ia berubah kebentuk normal unutk beberapa saat setelah meminum alkohol ketika ia demam. Dia kembali menjadi Conan setelah menyelesaikan kasus. Berikutnya pada episode 191- 193 (Bab 3-7 volume 26), di mana ia kembali ke bentuk normal dalam 2 hari setelah meminum prototipe penawar APTX 4896. Dia menyelesaikan 2 kasus, dan menikmati kencan yang tidak selesai dengan Ran di restoran di mana ayahnya melamar ibunya. Pada seri ke 647 to 654, Conan kembali ke bentuk normal pada saat membantu memecahkan kasus. Dia secara tidak sengaja meminum prototipe penawar APTX 4896, karena menggangap itu obat demam dan kembali menjadi Shinichi. Setelah kasus terpecahkan, waktunya telah habis dan ia bersembunyi di toilet dari teman-temannya. Ai memberikan penawar kedua, dan memberikan waktu 24 jam lagi menjadi Shinichi. Ai memperingatkan bahwa karena sistem imunitas, obat itu tidak akan bertahan 24 jam seperti sebelumnya. Pada akhirnya, Shinichi kembali menjadi Conan setelah 4 jam.
Shinichi Kudo (Conan Edogawa) mengidolakan Hide, pemain sepak bola dalam Detektif Conan, dan Ray Curtis, pemain sepak bola yang berasal dari Eropa.
[sunting] Daftar karakter yang mengetahui identitas asli Conan
Sampai pada volume 66 & film tuturan ke-13, total 10 orang telah mengetahui identitas asli dari Conan, yaitu :
Hiroshi Agasa, tetangganya, mengetahui pada file 2 volume 1. Shinichi yang menyusut meyakinkan Agasa bahwa dirinya adalah benar-benar Shinichi.[33]
Yusaku Kudo dan Yukiko Kudo, orang tua Shinichi, mendengar dari Agasa pada volume 6, setelah mendapatkan bahwa rumahnya kosong.[34]
Heiji Hattori, detektif dari Osaka, mengetahuinya pada volume 13, karena ia mengetahui Conan berbicara dengan suaranya setelah dirinya sadar kembali, sebelumnya ia di bius dengan peluru bius milik Conan.[35]
Ai Haibara, mantan anggota Organisasi Hitam, dia mengetahui bahwa Shinchi mengecil saat mengetahui baju katika Shinichi masih kecil menghilang [36] setelah mengetahui tubuh Shinichi tak pernah ditemukan dan APTX 4869 telah menyusutkan marmot dalam eksperimen.
Eisuke Hondou mengetahuinya pada volume 61/file 621, setelah berhasil menjebak Conan untuk mengatakan yang sebenarnya.[37]
Vermouth, bagaimana ia mengetahui juga tidak pernah diketahui.
Kid si pencuri, di cerita asli oleh Aoyama Gosho tidak pernah menyebutkan secara langsung bahwa Kid mengetahui identitas asli Conan. Namun pada awal cerita pada film tuturan yang menampilkan Kid si pencuri (contohnya film ke-10) menyebutkan bahwa Kid mengetahui identitas asli Conan.
Telah meninggal
Akemi Miyano, kakak perempuan Ai Haibara. Conan memberitahunya saat ia kritis.[38]
Hiroki Sawada pada Detective Conan: The Phantom of Baker Street; Ia mengetahui hal ini karena ia menggunakan proyek yang berhasil menelusuri keterkaitan gen dalam proyek Bahtera Nuh. Ia menemukan kesamaan gen antara Yusaku Kudo yang terlibat dalam proyek ini. Tentu saja keterkaitan gen ini membuktikan bahwa Conan adalah anak dari Yusaku yang tak lain adalah Shinichi Kudo.
Irish, seorang anggota Organisasi Hitam baru yang diperkenalkan pada film layar lebar ke-13 yaitu Detective Conan: The Raven Chaser, dia menganalisis sidik jari Conan pada prakarya di SD Teitan dan sidik jari Shinichi pada kostum drama[39] di SMA Teitan. Irish meninggal karena ditembak oleh Chianti, seorang sniper dari Organisasi Hitam.
Killua Zaoldyeck – (キルア=ゾルディック)
BackgroundKillua was born as the middle child to a family of renowned assassins, the Zaoldyeck family. Showing great promise from birth, Killua has already mastered many killing techniques at a tender age, and is set to be one of the best assassins the family has produced. Bored and tired of killing, Killua unexpectedly rebelled against his family, injuring both his mother and brother, and ran away to join the Hunter exam. Meeting with Gon during the first obstacle, Killua saw Gon as a friendly competitor, and ended up becoming fast friends. The Zaoldyeck family are world-renowned assassins so rich and powerful that they are said to employ more than 200 people and live and own Kukuruu Mountain and the vast surrounding forests. They are so fearless that they have never hidden their whereabouts, and even tour buses take visitors to their “front gates” known as the Gates to the Underworld as those who enter never return.Killua divulges that since his youth, he has been in constant training, having been left in the Celestial Tower (a tournament arena) at the age of 6. Swimming in pools of electric eels is amongst his everyday trials.
The grandmother, grandfather, father, mother, and five sons, all are assassins.
Profile
| Killua Zaoldyeck (キルア=ゾルディック) |
|
|---|---|
| Hunter × Hunter character | |
| First appearance | Chapter 6 |
| Created by | Yoshihiro Togashi |
| Voiced by | Kanako Mitsuhashi |
| Profile | |
| Age | 12 |
| Gender | Male |
| Date of birth | July 7th |
| Nen Information | |
| Nen type: | Transformation |
| Nen ability: | Narukami Izutsushi Kanmuru |
From the outside, Killua seems just to be the boy next door; cheeky, cheerful and full of mischievous ideas. However, his ruthlessness and aptitude in killing shows the other side of him–deadly, violent and bloodthirsty. Having been repeatedly tortured since birth, Killua has been conditioned to possess extreme tolerance for poison, electrocution, and pain. Possessing both extraordinary agility and strength to match, Killua is one mean killing machine–definitely not one to be trifled with, as many of his adversaries had seen.
However, until recently his greatest flaw was to fear characters more powerful than him, such as his elder brother Illumi. Killua had been trained as an assassin by his brother to be extremely cautious and engage in combat only if victory was virtually certain. This impeded him as a Hunter, as it is stated more than once that victory is never certain, and that depending on the circumstances, someone has the potential to defeat a stronger opponent.
Killua struggled with these conflicting ideas during the latter half of the series, as he started to encounter stronger opponents. However, his brother’s teachings remained firmly entrenched in his mind, to the point that Biscuit prophesied that he would one day abandon Gon because of this. Biscuit gave Killua an ultimatum: Defeat Shoot for the right to go with Gon to fight the Chimera Ants, or leave his side. Killua lost, and resolved to leave after Gon had recovered from his fight, protecting him in the meantime. However, Killua finally had to face Biscuit’s prophecy when he encountered a Chimera ant, while Gon (who couldn’t use nen) wasn’t far off and had no way of defending himself. Killua, preoccupied with his internal battle, was losing to the Chimera ant. At the last moment, Killua found that Illumi had planted a needle in his head with his ability, all the way back in the first Hunter Exam. This needle was responsible in forcing Killua to retreat whenever any situation looks potentially dangerous. Upon extracting the needle, Killua was freed from this restraint, and gained more confidence in battle.
Talents
Killua does not usually use any weapons in combat. Instead, he relies on his skills learnt as an assassin- hands that change into razor sharp claws at will, delivering a swift and fatal attack, that can rip out beating hearts or behead opponents in a split second; together with his ability to blend into the darkness it is a devastating weapon.However, during Greed Island, he experimented with using twin yo-yo’s, made of a special alloy, as weapons. The yo-yo’s are extremely durable and heavy, and can be used in conjunction with his Nen ability. In the current arc, he is reluctant to reveal them to his opponents, as he wants the enemy to know as little about him as possible.
Nen Abilities
As a transformation type who can transform the nen into any substance at their will, Killua is busily practicing this ability. So far, he has managed to successfully transform his surrounding nen into an electrically charged form, producing volts of electricity. The inspiration for this has been attributed to the daily doses of shock therapy he received at home, a favorite torture device of his brother, Milluki.Killua’s nen attacks include the Narukami (Lightning Bolt), which is a bolt of lightning emitted from his hands, and the Izutsushi (Lightning Palms), where he electrocutes an opponent by touching them with his palms. He also has another ability known as “Kanmuru” (Godspeed). This ability uses the aura changed into electricity to make the electric signal/impulse travel directly to the body part he wants to react instead of going to the brain first, making the speed of reaction practically limitless.
Killua and Gon
Pressured by his fearsome big brother Illumi to say what he really wanted to be and to do – since he did not want to be either an Assassin or a Hunter – Killua averred he wanted to be Gon’s friend, “hanging out” and “doing stuff” with him like a regular kid. Eventually, he got his wish. Killua and Gon became inseparable best friends, traveling companions and training partners. When they are not working to improve their abilities, they just spend quality time together.
Langganan:
Postingan (Atom)


